Kalian tahu bagaimana rasanya meragu dan membimbang?
Rasanya seperti ada bagian dari dirimu yang terbelah, masing-masing memencar
membawa cabang-cabang pikiran yang berlainan bersamanya. Aku juga sama. Entah sudah
berapa masa aku mengalami sensasi aneh ini. Dulu, awalnya aku merasakan emosi
ini begitu kuat; kemudian seolah-olah rasa itu sudah begitu mengenalku dan
menarikku bersamanya. Galau. Mungkin, seperti ini rasanya seorang gadis
yang terpisah dari kekasihnya. Mungkin seberat ini kegalauan sang pemuda ketika
pujaan hatinya terpaling. Ah, cinta lagi … aku tidak menyangka busur merah
jambu itu mengarah kepadaku juga. Kini, seperti para pecinta yang terpuruk
dalam roman-roman picisan; akhirnya aku merasakannya juga. Aku jatuh dan
terbuang.
Rabu, 05 Februari 2014
Selasa, 04 Februari 2014
Ompong
Ciputat adalah salah satu kota terpanas di dunia. Kota yang berdebu dan berasap. Kota ini juga selalu padat, dipenuhi kendaraan dan orang-orang yang selalu merasa sibuk. Keadaannya pun sama seperti pagi ini; mobil, motor dan angkot mulai merayap, berjalan perlahan menuju arah Jakarta. Berkerumun dan padat. Sementara para pejalan kaki juga tak mau kalah, mereka bergegas menuju pasar, sekolah, kampus dan kantor. Ciputat memang sibuk.
Senin, 03 Februari 2014
Kepercayaan
Hujan mengguyur kota bagai seember air yang
ditumpahkan ke sebuah pot bunga. Air yang jatuh menutupi pandangan, hingga
nyaris membutakan orang-orang yang nekat menembusnya. Genangan yang timbul di
bawahnya seperti enggan meresap ke dalam tanah atau mengalir ke selokan,
semakin tinggi dan tinggi. Angin pun bertiup kencang, membuat pohon-pohon besar
bergoyang seakan mau tumbang. Sedangkan wanita itu, yang sejak tadi berteduh di
halte yang telah sepi, kedinginan dan kebasahan oleh air hujan yang dibawa oleh
angin.
Minggu, 02 Februari 2014
Pengabdian
Hafshah merasa ingin mengeluh. Sudah beberapa hari, dia merasa kesal. Pekerjaannya sebagai seorang pustakawan di sebuah perpustakaan swadaya milik sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memiliki visi ingin mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa di kawasan pinggiran perkotaan memang melelahkan. Apalagi penghasilannya dari mengelola pepustakaan itu memang tak terlalu besar, dan dia bekerja seorang diri. LSMnya memang tak terlalu besar, kebanyakan dananya masih bersumber swadaya. Kalau pun ada sumbangan, masih kecil.
Proyek Cerpen BBIers Joglosemar
Halo 2014!
Lama
tidak berjumpa di blog ini ya? Selain kesibukan di dunia nyata, hobi
lainku membaca dan menonton film cukup menyita waktu. Nah, terkait hal
itu, di awal 2013 lalu sebenarnya BBIers yang bergabung di WhatsApp
punya proyek membuat cerita pendek a.k.a cerpen. Namun karena satu dan
lain hal, proyek tersebut gagal (baca: rata-rata BBIers tidak sempat menulisnya
dalam tenggat waktu yang sangat pendek xD)
Rabu, 30 Januari 2013
Transfigurasi vs Seni Rancang Bangun
Sepanjang hari Senin ini cuaca sangat
bersahabat. Tiada awan gelap sedikit pun di langit sore yang mulai
memerah. Angin bulan Januari yang biasanya dingin dan berhembus keras
pun kali ini hanya berhembus sepoi-sepoi tanpa tetesan salju sedikitpun.
Sungguh suasana yang tenang, nyaman, dan pas untuk dinikmati sambil
minum teh di luar ruangan sambil memandangi keindahan langit sore dan
alam sekitar yang masih diliputi hamparan salju putih sisa musim dingin.
Minggu, 25 Maret 2012
Selepas Akhir | Bab I
Melalui Perapian
translated by: Daneeollie
translated by: Daneeollie
Sirius Black membalik telur terakhir ke piring berisi buncis dan
sosis dan dengan satu jentikan dari tongkat sihirnya, mengirimnya ke atas
meja. Piring tersebut mendarat tepat di depan Remus Lupin yang masih mengantuk,
dimana piring itu berputar-putar setidaknya setengah lusin kali sebelum berhenti
dengan mengesankan.
"Ta da. Makanlah, Moony! Aku akan mengambil
koran –"
Remus membuka mulut untuk menjawab, tetapi Sirius sudah
membersihkan dapur dalam sekejap dan menghambur keluar ke hangatnya udara bulan Juni.
“Kamu dapat memantrai koran itu, kau tahu,” ucap Remus dengan suara serak,
sambil mendorong telur tadi ke tengah meja, dimana dia tidak harus mencium
aromanya. Dia belum terbangun sepenuhnya untuk menghadapi perubahan ini.
"Aku suka keluar untuk mengambilnya."
Langganan:
Postingan (Atom)